Kamis, 08 Oktober 2020

Niatku menuju INDONESIA EMAS

 MEMBANGUN SEBUAH MONUMEN

Tujuan dari membuat sebuah monumen adalah untuk tujuan jangka yang sangat panjang dan mengingatnya dimasa  yang akan datang.

Hari itu tanggal 5 Oktober 2020 pesanan untuk mendapatkan uang Rp 75.000,00 INDONESIA MERDEKA ke-75, saya ambil di BI, dekat Undip. 

Proses pengambilan uang tersebut cukup menarik bagi saya, karena untuk memasuki gedung BI keamanannya sangat ketat. Pertama untuk memasuki ruang parkir akan dimintai tanda pengenal baik KTP atau SIM. Kemudian saya disuruh menunggu panggilan untuk memasuki ruang gedung diteras gedung yang telah disediakan kursi yang ditata berjarak menurut protokol covid-19. Setelah menunggu beberapa saat saya dipanggil bersama enam orang lainnya untuk memasuki gedung BI, namun sebelum masuk harus cuci tangan dahulu menggunakan handsanitazer. Setelah didalam tas kita akan diperiksa menggunakan mesin scanner seperti dibandara dan kita masuk kepintu pemeriksaan setelah itu kita duduk menunggu panggilan verifikasi, akhirnya karcis nomor panggilan di cap verifikasi dan menunggu panggilan untuk penukaran.

Uang Rp 75.000 bertema kemerdekaan Indonesia ke-75, berada di tanganku. Setelah beberapa saat saya pamerkan ke keluarga dan teman-temanku uang tersebut akan saya pajang di lemari bufet, supaya bisa dilihat setiap saat.

Itulah yang saya maksud dengan monumen itu, uang Rp 75.000 bergambar Soekarno Hatta, pembangunan dan anak-anak yang mengenakan pakaian adat. Uang yang menyimbolkan kemerdekaan sebuah bangsa yang telah mempertahankan selama 75 tahun dan mengisi dengan pembangunan. Indonesia adalah negara yang unik, baik secara geografis maupun sumber daya alam dan manusianya. Tidak mudah untuk mempertahankan negara seluas wilayah Indonesia. Walaupun dalam perjalanan bangsa ini harus melepaskan provinsi Timor-Timor, yang sekarang menjadi Timor Leste. Saya yakin banyak wilayah wilayah lain di Indonesia yang ingin melepaskan diri dari ibu Pertiwi ini. Namun pemimpin yang tegas dan pandai berdiplomasi yang mampu mempertahankan keutuhan NKRI.

Indonesia selama 75 tahun telah mengalami pergantian pemimpin sebanyak 7 kali yakni : Soekarno, Soeharto, B J Habibie, Abdulrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Menurut sejarah pergantian kepemimpinan melalui proses yang sah tanpa kudeta berdarah. Walaupun menurut rumor ada beberapa pemimpin yang memperoleh kekuasaan dengan jalan tidak sah, namun rakyat Indonesia tidak pernah mempermasalahkan. 

Sebagai contoh konon masa akhir kehidupan presiden Soekarno, yang tumbang dengan tuduhan dan isue yang kurang mengenakkan, mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai dengan jasa-jasanya. Lalu akhir masa jabatan presiden Soeharto yang turun karena desakan dari mahasiswa dan tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan oleh BJ Habibie. Dalam perjalanan pemerintahnya BJ Habibie melepaskan provinsi Timor-Timur melalui referendum. Pada masa pemerintahan Habibie berhasil melaksanakan pemilu dengan demokrasi karena diikuti oleh banyak sekali partai. Dalam pemilu tersebut berhasil membawa Abdulrahman Wahid sebagai presiden berikutnya. Beliau sebagai presiden banyak sekali mengeluarkan kebijakan - kebijakan yang kontroversi. Pada pertengahan masa jabatan Abdulrahman Wahid dijatuhkan oleh para wakil rakyat dan dilanjutkan oleh Megawati Soekarnoputri. Akhir masa pemerintahan Megawati berhasil melaksanakan pemilu, sayangnya menghasilkan pemimpin baru yaitu Susilo Bambang Yudhoyono, yang sebelumnya sebagai pembantu presiden Megawati. Yudhoyono dalam kariernya sebagai presiden menjabat dua periode. Presiden berikutnya adalah Joko Widodo, yang terkenal dengan sebutan Jokowi. Jabatan Jokowi sebelum menjadi presiden, diawali sebagai walikota solo. Pada masa itu beliau terkenal sebagai pejabat yang suka blusukan, sehingga berhasil menjabat sebagai walikota hingga dua periode dengan dukungan lebih dari 90%. Jokowi menjadi lebih terkenal ketika berselisih dengan gubernur Jawa tengah bibit Waluyo karena mempertahankan pabrik es sebagai cagar budaya. Pemerintah dibawah Jokowi maju pesat pada periode pertama. Pada periode 2, setelah mengalahkan Prabowo Subianto dengan sangat alot, Jokowi dinyatakan sebagai pemenang pemilu 2019. Rasanya baru kemarin, susunan kabinet dibacakan oleh beliau, pertengahan bulan Maret dunia dilanda pandemi covid-19 termasuk Indonesia.

Pandemi covid-19

Wabah covid-19 pertama kali melanda disebuah kota di China lalu menyebar ke seluruh dunia. Banyak memakan korban jiwa. Di Indonesia wabah ini menyerang siapa saja, tidak rakyat biasa juga pejabat pemerintah. Karena cepat sekali menular melalui kontak langsung maka kerumunan massa sangat di hindari. Virus ini mudah larut dalam detergen, maka upaya pencegahan dengan penyemprotan dan cuci tangan menggunakan deterjen. Menghindari kontak langsung dengan jaga jarak dan memakai masker. Pemerintah mengeluarkan himbauan agar tidak terjadi kerumunan dengan menghentikan kegiatan belajar mengajar disekolah, bekerja di rumah dan larangan keluar rumah.

Rundown menuju INDONESIA EMAS

SILAHKAN KLIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar